Leadership
dan Follower
Dalam kata
leadership terdapat kata leader yang berarti pemimpin
Leadership
mencakup kemampuan seseorang yang memiliki jiwa untuk memimpin sebuah
organisasi tertentu. Seperti kita ketahui, dalam sebuah organisasi tentu
membutuhkan peran seorang pemimpin.
Burns (2003)
melihat kepemimpinan sebagai "suatu disiplin master yang menerangi
beberapa masalah terberat kebutuhan manusia dan perubahan sosial". Lain
menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah tentang memiliki visi dan membuat orang untuk
mengikuti, menggunakan seni bujukan.
Leadership
atau kepemimpinan memiliki beberapa teory :
1 Great
Man Theory
Teori
ini mengasumsikan bahwa seorang pemimpin berasal dari seorang laki-laki yang
memang terlahir dari keturunan pemimpin.
Trait
Theories
Sesuai
dengan namanya, maka teori ini mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan
sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin. “Trait” atau sifat-sifat
yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan social.
Penganut teori ini yakin dengan memiliki keunggulan karakter di atas, maka
seseorang akan memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan dapat menjadi
pemimpin yang efektif. Karakter yang harus dimiliki oleh seseorang menurut
Judith R. Gordon mencakup kemampuan yang istimewa dalam (1) Kemampuan
Intelektual (2) Kematangan Pribadi (3) Pendidikan (4) Status Sosial dan Ekonomi
(5) “Human Relations” (6) Motivasi Intrinsik dan (7) Dorongan untuk maju
(achievement drive).
3. Behavioral Theory
Mengacu pada keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan
melalui teori “trait”, para peneliti pada era Perang Dunia ke II sampai era di
awal tahun 1950-an mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti “behavior” atau
perilaku seorang pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas
kepemimpinan. Fokus pembahasan teori kepemimpinan pada periode ini beralih dari
siapa yang memiliki kemampuan memimpin ke bagaimana perilaku seseorang untuk
memimpin secara efektif.
Situasional Leadership
Pengembangan teori situasional merupakan penyempurnaan dan
kekurangan teori-teori sebelumnya dalam meramalkan kepemimpinan yang paling
efektif. Dalam “situational leadership” pemimpin yang efektif akan melakukan
diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkannya
secara tepat. Seorang pemimpin yang efektif dalam teori ini harus bisa memahami
dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya dengan dinamika situasi yang
ada. Empat dimensi situasi yakni kemampuan manajerial, karakter organisasi,
karakter pekerjaan dan karakter pekerja.
5 Transformational Leadership
Pemikiran terakhir mengenai
kepemimpinan yang efektif disampaikan oleh sekelompok ahli yang mencoba
“menghidupkan” kembali teori “trait” atau sifat-sifat utama yang dimiliki
seseorang agar dia bisa menjadi pemimpin. Robert House menyampaikan teori
kepemimpinan dengan menyarankan bahwa kepemimpinan yang efektif mempergunakan
dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas yang
tinggi untuk meningkatkan kadar kharismatiknya (Ivancevich, dkk, 2008:213)
Dengan mengandalkan kharisma, seorang pemimpin yang
“transformational” selalu menantang bawahannya untuk melahirkan karya-karya
yang istimewa. Langkah yang dilaksanakan pada umumnya adalah dengan membicarakan
dengan pengikutnya, bagaimana sangat pentingnya kinerja mereka, bagaimana
bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok dan bagaimana istimewanya
kelompok sehingga dapat menghasilkan karya yang inovatif serta luar biasa.
Menurut pencetus teori ini, pemimpin
“transformational” adalah sangat efektif karena memadukan dua teori yakni teori
“behavioral” dan “situational” dengan kelebihan masing-masing. Atau, memadukan
pola perilaku yang berorientasi pada manusia atau pada produksi (employee or
production-oriented) dengan penelaahan situasi ditambah dengan kekuatan
kharismatik yang dimilikinya. Tipe pemimpin transformational ini sesuai untuk
organisasi yang dinamis, yang mementingkan perubahan dan inovasi serta bersaing
ketat dengan perusahaan-perusahaan lain dalam ruang lingkup internasional.
Syarat utama keberhasilannya adalah adanya seorang pemimpin yang memiliki
kharisma. (Ivancevich, 2008:214)
Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa inggris menjadi "LEADER",
yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
- Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan
kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan. - Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan
mewariskan
tacit knowledge pada rekan-rekannya. - Advice,memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
- Discipline,memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan
kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.
Tugas Pemimpin
Menurut
James A.F Stone, tugas utama seorang pemimpin adalah:
- Pemimpin bekerja dengan orang
lain: Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang
lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain
dalam organisasi ataupun diluar organisasi.
- Pemimpin adalah bertanggung
jawab dan mempertanggung jawabkan (akontabilitas): Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk menyusun tugas, menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya sehingga tidak mengalami kegagalan.
- Pemimpin menyeimbangkan
pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan dibatasi oleh sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf.
Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
- Pemimpin harus berpikir secara
analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang
analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan
akurat.
- Pemimpin harus dapat
menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan
pekerjaan lain.
- Manajer adalah forcing mediator
: Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena
itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). Pemimpin adalah politisi dan diplomat:
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi.
Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau
organisasinya.
- Pemimpin membuat keputusan yang
sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
5 jenis Pengikut yang perlu Anda pahami dalam membangun Tim Kuat adalah
sebagai berikut:
1. Alienated, adalah Pengikut yang terasingkan karena masih
memerlukan perhatian dan bimbingan. Jenis Pengikut seperti ini terdapat
pada Tim Baru Anda yang mungkin masih baru dalam Dunia Kerja Profesional.
2. Conformist, adalah Pengikut yang Aktif namun tidak Berpikir
Kritis, dan jenis Pengikut yang dapat menjadi Oportunis dalam Organisasi.
3. Pragmatic Survivor, pengikut yang cenderung mencari
selamat dalam setiap keadaan, dan mampu menyesuaikan pada kondisi apapun, yang
utama bagi mereka adalah kepentingan Individu tidak dirugikan.
4. Passive Follower, cenderung tidak memiliki inisiatif dan tanggung
jawab sehingga melepaskan seluruhnya kepada Pemimpin mereka. Pola Pikir
mereka betul-betul menunjukkan semangat Pengikut Sejati dan “Siap Perintah”.
5. Effective Follower, adalah contoh Pengikut yang sangat
diharapkan karena Kontribusi Aktif dalam Tindakan dan Pemikiran terhadap
Organisasi. Jenis Pengikut ini dapat menjadi kader dalam pengembangan
Organisasi Jangka Panjang.
Pengikut adalah Pasangan seorang Pemimpin, demikian pula sebaliknya.
Pemimpin dan Pengikut adalah Pasangan Abadi yang tidak terpisahkan.
Kepemimpinan adalah Pengaruh dalam Pengikut dan setiap Aspek Pengikut akan
berpengaruh pada Proses Kepemimpinan dalam Jangka Panjang.
William G.
Ouchi
Pentingnya membahas
kotribusi kelompok
Di Jepang,
orang jarang untuk mendapatkan pengakuan pribadi karna mereka percaya bahwa
jika berkontribusi bersama-sama tidak ada yang tidak mungkin.
Meskipun di
Amerika Serikat nilai-nilai dominan fokus pada prestasi individu, semakin
diakui bahwa bersama pemerintahan, yang mengakui pentingnya kontribusi dari
setiap karyawan, adalah model yang diinginkan.
JEPANG teori
Z berfokus pada empat S manajemen; Staf, keterampilan, gaya dan tujuan ordinat
super.
Staff-Pekerja,
Skill-kemampuand dari organisasi atau kunci dari seorang karyawan,
Style-mengacu pada gaya budaya organisasi atau bagaimana manajer mencapai
tujuan. tujuan ordinat Super adalah tonggak penunjuk sebagai menentukan oleh
personil.
Teori
Motivasi karyawan
McGregor,
Douglas (1932) mengembangkan implikasi manajerial dari teori Maslow.
Catatan
bahwa gaya seseorang dari manajemen tergantung pada filosofi seseorang manusia
dan kategori asumsi teori X dan teori Y.
Teori X:
- Orang akan menghindari
pekerjaan karna mereka tidak suka itu.
- Mereka Harus diarahkan,
dikendalikan, dipaksa dan diancam
- Mereka memiliki sedikit ambisi,
menghindari tanggung jawab tetapi menginginkan keamanan.
- Uang Adalah alasan untuk
bekerja.
- McGregor Percaya bahwa orang
berperilaku seperti dalam teori X itu karena apa sistem telah dilakukan
untuk mereka-bukan karena sifat yang melekat mereka.
- Manajer -A dengan filosofi
teori X mungkin akan menggunakan rasa takut dan ancaman untuk memotivasi
personel,erat mengawasi, mendelegasikan sedikit tanggung jawab dan tidak
mempertimbangkan partisipasi personil dalam perencanaan
-
Teori Y:
- Orang yang menyukai dan
menikmati pekerjaan, mengarahkan diri dan mencari tanggung jawab, memiliki
imajinasi, kreativitas dan kemampuan intelektual.
- Prestasi -Nilai, ingin
meningkatkan kualitas.
- Uang Hanya satu alasan untuk
bekerja.
- Manajer dengan teori Y filosofi
akan menggunakan insentif positif seperti pujian, pengakuan, kesempatan
untuk pertumbuhan individu, didelegasikan dengan tanggung jawab dan mendorong
berpartisipasi pemecahan masalah
Referensi:
Ikhtisar.com
https://teorionline.wordpress.com/tag/perkembangan-teori-kepemimpinan/
Ivancevich,
John, M, Konopaske, & Matteson. 2008. Perilaku dan Manajemen Organisasi.
Jakarta : Erlangga.
Yukl, Gary.
2005. Kepemimpinan dalam Organisasi. Edisi ke 5. Jakarta : Indeks
Purwanto, M.
Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku
Organisasi. Jakarta:
Erlangga.Thoha,
Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.
Servant
Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS,
Inc JKT.
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.co.id/2009/03/pengertian-pemimpin.html
Nursing in Todays World - Trends, Issues, Mgmt. 10th ed. - J. Ellis, C. Hartley (Lippincott, 2012) BBS.pdf
Leadership Roles and Management Functions in Nursing Theory & Application.pdf
Essentials_of_Nursing_Leadership_and_Management_5th_Edition.pdf
nice botak
BalasHapusHahahahahah :D
HapusNn p.weebly jdi trg p.website kelas jo :D